![]() |
| surgaku |
Ramadhan merupakan bulan yang istimewa
dan penuh berkah untuk kaum muslimin. Banyak peristiwa penting yang terjadi
pada bulan Ramadhan. Berikut ini beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan
yang mulia ini:
1.
Rasulullah menerima
wahyu pertama. Ketika Rasululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu
berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah),
akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira
yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil
dari kota Mekkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama
satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa
uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40
tahun Qamariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril
mewahyukan Surah Al-‘Alaq yang merupakan surah pertama yang diturunkan kepada
Rasulullah.
2.
Al-Qur’an diturunkan
pada bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan yang diturunkan
di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas
petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (QS. Al Baqarah [2]: 185).
Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah SWT menyanjung bulan Ramadhan atas
bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Qur’an
diturunkan di dalamnya.
3.
Kitab-kitab suci
diturunkan pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda,”Shuhuf Ibrahim turun
pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan
Ramadhan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadhan.” (HR. Ahmad)
4.
Perang Badar. Perang ini
merupakan pertempuran pertama yang dilakukan kaum muslimin setelah mereka
berhijrah ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir
dengan kemenangan pihak muslimin yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar
1000 orang dari Mekkah. Perang ini terjadi pada hari Jumat, 27 Ramadhan, tahun
kedua setelah hijrah. Allah SWT berfirman: “Dan benar-benar Allah telah
menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah
kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (QS. Ali ’Imran [3]: 123). Ibnu
Abbas mengatakan bahwa saat itu hari Jumat, 27 Ramadhan, dan saat itu juga
terbunuh Fir’aun dan Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar kaum muslimin.
5.
Fathu Makkah/ Mekah
dikuasai pada bulan Ramadhan. Fathu Makkah merupakan peristiwa besar. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”.
(QS. Al Fath [48]: 1). Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud
kemenangan di sini adalah peristiwa Fathu Makkah, walau ada sebagian ulama yang
menafsirkannya sebagai perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan negeri Rum.
Peristiwa itu terjadi pada hari, tanggal 20 atau 21 Ramadhan, tahun kedelapan
hijriyah.
6.
Islam menyebar di Yaman
pada bulan Ramadhan. Tahun kesepuluh hijriyah pada bulan Ramadhan Rasulullah
SAW menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi pemimpin sejumlah pasukan untuk pergi
ke penduduk Yaman dengan membawa surat yang berisi ajakan untuk memeluk Islam.
7.
Sebagian peristiwa pada
Perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan. Ibnu Hisyam dalam Sirahnya
menyebutkan bahwa persiapan Perang Tabuk dilakukan sejak bulan Rajab, tahun ke
9 hijriyah untuk mengadapi Rum. Saat itu adalah masa-masa sulit bagi kaum
muslimin di Madinah, karena mereka sedang dilanda masa paceklik, serta cuaca
panas yang sangat menyengat, sehingga ada beberapa orang yang merasa berat hati
untuk ikut serta dalam peperangan, seperti Ka’ab bin Malik. Walaupun banyak
hambatan, pada akhirnya kaum Muslimin pun berangkat ke Tabuk dengan jumlah yang
cukup besar, yaitu sekitar 30.000 tentara. Namun setelah pasukan kaum Muslimin
sampai di Syam yang saat itu berada dalam kekuasaan Rum, pasukan musuh
berlindung di dalam benteng-benteng mereka dan enggan keluar. Sehingga Syam
bisa dikuasai dengan mudah oleh pasukan Islam dan kewajiban membayar jizyah
diberlakukan kepada penduduk Syam yang saat itu beragama Nasrani.
8.
Penghancuran berhala
Uzza di bulan Ramadhan. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah
bahwa pada 5 hari terakhir di bulan Ramadhan tahun kelima hijriyah Rasulullah
mengutus sejumlah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid guna
menghancurkan rumah peribadatan yang digunakan untuk menyembah Uzza. Dan
Rasulullah bersabda: “Uzza itu tidak akan diibadahi selamanya!”
9.
Penghancuran berhala
Latta di bulan Ramadhan. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah wa
An-Nihayah, bahwa pada tahun kesembilan hijriyah di bulan Ramadhan datanglah
utusan kabilah Tsaqif dari Thaif kepada Rasulullah untuk menyatakan keislaman.
Karena kabilah Tsaqif sudah memeluk Islam maka Rasulullah dan para sahabat
berinisiatif untuk menghancurkan berhala Latta yang biasa mereka sembah, akan
tetapi mereka minta izin untuk menghancurkan berhala mereka sendiri, akhirnya
Rasulullah pun mengizinkan. Tak lama kemudian, kabilah Tsaqif menghancurkan
berhala mereka sendiri.
10.
Penghancuran berhala
Manat pada bulan Ramadhan.
11.
Andalus ditaklukkan pada
bulan Ramadhan. Pada 27 Ramadhan tahun 92 H, pasukan Islam yang dipimpin oleh
Thariq bin Ziyad berhasil memasuki Andalus dari arah pesisir, ini adalah hal
yang diluar dugaan, sehingga Roderick, penguasa Visigoth Spanyol segera
mempersiapkan pasukannya yang berjumlah 25.000. Setelah menguasai Jabal Thariq
dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah
di depan pasukannya:”Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian!…”. Lalu
pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan Muslimin melawan 100.000 tentara
Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya
Roderick.
12.
Pasukan Islam di Andalus
mengalahkan Faranjah di bulan Ramadhan. Di pagi hari Jum’at 20 Ramadhan 479 H
terjadi peristiwa Zalaqah (yaitu dataran dekat wilayah Portugis). Di mana
pasukan Islam yang melakukan penjagaan di wilayah Andalus yang dipimpinan
Yusuf bin Tasyifin berhasil mengalahkan pasukan Faranjah (Franks) yang
berjumlah 80.000 tentara yang dipimpin oleh Alfons VI yang juga tewas dalam
pertempuran itu.
13.
Pasukan Monggol
dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan. Hari Jumat 15 Ramadhan 658 H
pasukan Muslim yang dipimpin Saifuddin Qutuz, penguasa dinasti Mamalik di
Mesir, berhasil menghancurkan 20.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa.
Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah
penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami
kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu,
sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglima perangnya Qitbuqa berhasil
dieksekusi. Peperangan ini terjadi di ‘Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang
terletak antara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal dengan
peristiwa ‘Ain Jalut.
14.
Pembunuhan atas Ali bin
Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang
Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23
Ramadhan 40 H. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan
kemudian dimulai dengan sistem dinasti.
15.
Penghancuran dan
penguasaan kota Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju kota Al-Quds.
Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi
sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (Nasrani) yang akan merebut
kota Al-Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin Al-Ayyubi berkata, "
Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di Asqalan lebih aku sukai
walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan Asqalan adalah
demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin." Sekarang kota Asqalan dikenal
dengan nama kota Asduud di Negara Palestina.
16.
Pada bulan Ramadhan
Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan kota
Qostantiniyah dalam rangka menaklukan dan memasukannya dalam naungan Islam.
Setelah sekian waktu peperangan berkecamuk dengan sangat dahsyatnya dan beliau
tidak mampu menaklukannya akhirnya beliau kembali kepusat pemerintahannya tanpa
membawa hasil yang dicita-citakan.
17.
Atas perintah Khalifah
Fatimi panglima Jauhar Ash-Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Masjid
Al-Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi sebuah universitas
dengan dilakukan pembentukan staf pengajar yang pembahasan utamanya adalah
permasalahan hukum-hukum keislaman. Sepanjang masa Al-Azhar selalu menyambut
gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar di sana. Segala
fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup, bahkan halaqah
(kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu
dapat memilih halaqah yang dikehendakinya.
18.
Pengepungan 60 ribu
pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani. 23 Ramadhan 1270 H Pada
hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan
kepungannya terhadap kota Selestriya yang terletak di wilayah Qorum,
pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti
bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60
ribuan tentara berhadapan 15 ribu tentara Utsmaniyah yang kebanyakan
berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit
mampu mengalahkan kekuatan yang besar.
19.
Anthokiah jatuh ke
tanggan kaum muslimin di bulan Ramadhan. Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh
Pangeran Wormandi Buwaihimund pada tahun 491 H. Kota ini merupakan kota
termegah dengan dikelilingi benteng yang sangat kuat dan dijaga oleh
ribuan pasukan secara bergiliran siang dan malam. Walaupun kondisinya demikian
kaum muslimin berhasil menaklukan daerah ini dengan izin Allah SWT dibawah
panglima perang Dhohir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dan tertawan
dari pihak musuh. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar setelah
kemenangan Hitthin. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Ramadhan 666 H.
20.
Mesir menghancurkan
kekuatan Israel di Suez pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 10 Ramadhan yang
bertepatan dengan 6 Oktober 1973 tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan
menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel.
Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan
Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah
Maha Besar). Rakyat Mesir mengenang peperangan ini dengan peristiwa Abour.
Setelah peristiwa ini Israel mulai menyadari kekuatan Mesir dan dataran Sinai
kembali ke pangkuan Mesir.
21.
Pada bulan ini Khalid
bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya
dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau
sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah
pada tahun 7 H.Umar bin Khatab memimpin shalat jenazah. Khalid bin Walid
dimakamkan di Hims dan ada pula yang mengatakan di Madinah.
22.
Pada bulan ini Napoleon
Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya di kawasan
Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh
pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.
23.
Kitab Ihya’ Ulumuddin
diselesaikan oleh Imam Al-Ghazali pada bulan Ramadhan.
24.
Proklamasi kemardekaan
Indonesia dikumandangkan pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 17 Agustus 1945,
Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan yang telah mendera
bangsa yang mayoritas muslim ini, peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan
Ramadhan.
Mudah-mudahan bulan yang bersejarah
dengan berbagai macam peristiwa yang mengubah peradaban manusia ini akan
menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang muttaqin. Amin. Wallahu a’lam. (baihaqi)
Madrasah Ramadhan
Bila dijalankan dengan baik, maka
Ramadhan dapat mencetak seorang mukmin sejati. Sepanjang siang hari di bulan
Ramadhan, masing-masing kita menerima pelajaran pertama puasa untuk menepis
segala bentuk keburukan dan dosa.
Bulan Ramadhan dapat dikategorikan
sebagai bulan pelatihan untuk berlaku benar dan beribadah dengan tulus, karena
orang yang berpuasa tidak memiliki pengawas lain, selain dirinya sendiri dan
Tuhannya. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kalian berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2} : 183)
Syaikh Muhammad Abduh menegaskan,
“Puasa mempersiapkan jiwa orang-orang yang berpuasa untuk bertakwa kepada Allah
SWT. Hal itu tampak terlihat dari pelbagai aspek: pribadinya yang paling mulia,
petunjuknya yang paling otentik, pengaruhnya paling menonjol, dan yang paling
tinggi kedudukannya. Puasa itu diserahkan sepenuhnya kepada orang yang
menjalankannya. Selama berpuasa ini yang mengawasi dirinya hanyalah Allah SWT.
Puasa adalah rahasia yang terjaga antara seorang hamba dengan Tuhannya. Tidak
ada seorang pun yang mengawasinya, selain Allah SWT. Jika seseorang telah
meninggalkan hawa nafsu dan kelezatan hidupnya yang selalu ia hadapi sepanjang
waktu hanya untuk mengimplentasikan perintah Allah dan tunduk pada petunjuk
agamanya selama satu bulan penuh dalam kurun waktu setahun dengan memperhatikan
bahwa seandainya tidak ada pengawasan Allah kepada dirinya agar tetap bersabar,
maka pastilah dari perhatian yang selalu mengiringi setiap aktivitas yang
berulang-ulang ini, dalam diri orang yang berpuasa terbentuk singgasana
pengawasan Allah SWT dan rasa malu kepada-Nya."
Puasa adalah instruktur penata
keinginan yang paling hebat dan tali kekang paling kuat untuk mengendalikan
hawa nafsu. Dengan pelajaran ini, orang yang berpuasa bisa merdeka (dari hawa
nafsu) dan bisa bebas melakukan apapun yang diyakininya sebagai kebaikan, tidak
lagi menjadi budak hawa nafsunya.
Orang yang berpuasa mendekatkan diri
kepada Tuhannya dengan jalan meninggalkan makanan, minuman, dan aktivitas
seksual yang semua itu sangat diingini oleh hawa nafsunya dan merupakan
keinginan hawa nafsu yang paling besar. Beruntunglah orang yang meninggalkan
hawa nafsu yang ada di depannya ketika tiada orang yang tahu!
Madrasah Ramadhan adalah sebuah
institusi syar’i yang berperan mencetak manusia-manusia mulia, yang hatinya
dipenuhi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Jangan sampai Ramadhan
yang dijalani dari tahun ke tahun menjadi rutinitas tanpa makna.
Dengan demikian kita perlu menanamkan
kerinduan kepada Ramadhan sebagai upaya untuk mempersiapkan diri secara mental
dan spiritual agar mampu meraih derajat takwa setelah keluar dari Ramadhan.
Semoga kita semua diberikan oleh Allah
kemudahan untuk terus membawa semangat Ramadhan dalam kehidupan selama sebelas
bulan berikutnya. Amin ya rabbal ’alamin. Allahu a’lam. (baihaqi)
Dahsyatnya Ibadah Ramadhan
Teramat banyak keistimewaan dan
kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya pada bulan Ramadhan, karena
pada bulan inilah sebuah pedoman hidup yang hakiki Allah turunkan. Rasulullah
dan para sahabat begitu berseri-seri wajahnya manakala Ramadhan sudah tampak di
depan mata. Begitu sebaliknya, kesedihan tersirat dari wajah mereka ketika
Ramadhan setapak demi setapak pergi meninggalkan mereka.
Puasa tidak hanya bermanfaat bagi
kehidupan manusia tetapi juga bermanfaat bagi binatang dan tumbuhan. Lihat pada
ayam betina yang mengerami telurnya, pada ikan salmon saat memijah, pada
beruang dan katak ketika memasuki fase hibernasi (tidur panjang) guna
menghindari musim dingin atau kekeringan. Saat itu mereka semua puasa.
Pada rumput yang bergoyang di musim
kemarau panjang dan pohon kapuk di masa kering. Mereka berpuasa sampai tiba
musim penghujan untuk bersemi kembali.
Soal kemaslahatan puasa bagi
kesehatan, juga diakui secara universal. “Puasa adalah pengobatan terbaik yang
direkomendasikan oleh dokter!” kata Philippus Paracelsus, tabib dari Swiss yang
hidup 500 tahun lalu dan merupakan salah satu dari Bapak Kesehatan Barat bersama
Hippocrates dan Galen (Yunani).
Shaum Ramadhan merupakan ibadah yang
perhitungannya langsung dengan Allah SWT. Nabi SAW bersabda: “Setiap amal
manusia akan diganjar kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla
berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa untuk-Ku dan Aku yang akan
membalasnya.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim)
Ramadhan merupakan bulan diberikannya
kesempatan bagi manusia untuk dihapuskannya segala dosa dan kesalahan. Nabi SAW
bersabda: “ Shalat lima waktu , dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadhan ke
Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa diantara keduanya, selama seseorang
menghindari dosa besar.” ( HR Muslim)
Selain mendapatkan berbagai
keistimewaan dan kemuliaan, orang yang berpuasa juga mendapat balasan surga
yang khusus diberikan kepadanya. Nabi SAW bersabda: ”Sesungguhnya di dalam
surga terdapat satu pintu yang disebut Arrayan. Masuk dari pintu tersebut
orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang masuk
melalui pintu tersebut kecuali mereka.” Dikatakan, “Darimanakah orang-orang
yang berpuasa?” Lalu mereka berdiri dan tidak dapat masuk kecuali mereka.
Apabila mereka telah masuk, pintu tersebut ditutup.” (HR Al-Bukhari)
Amal ibadah sunnah pada bulan Ramadhan
nilainya (pahalanya) sama seperti amalan fardhu pada bulan-bulan yang lain, dan
amal ibadah fardhu yang dikerjakan pada bulan Ramadhan nilainya (pahalanya)
sama seperti melakukan tujuh puluh amalan fardhu pada bulan-bulan selain
Ramadhan.
Kemuliaan dan keistimewaan yang lain
pada bulan Ramadhan adalah Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya
Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu
apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya
untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit
fajar.” (QS Al-Qadr [97] : 1-5)
Betapa berlipatnya kedahsyatan ibadah
pada bulan Ramadhan. Mudah-mudahan kita dapat menjadikan Ramadhan kali ini
sebagai Ramadhan yang terbaik dalam kehidupan kita. (baihaqi)
Hikmah Puasa
Hikmah puasa terangkum dalam firman
Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
(QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Dalam ayat ini, Allah SWT tidak
berfirman dengan menggunakan redaksi: “Agar kamu sekalian menderita”, atau
“sehat”, atau “bersahaja (hemat)”. Akan tetapi Allah SWT berfirman dengan
menggunakan redaksi, agar kamu sekalian bertakwa. Dengan demikian, ayat
tersebut dapat kita pahami bahwa Allah SWT menjadikan puasa sebagai ujian
ruhani (spiritual) dan moral, dan sebagai media (sarana) untuk mencapai sifat
dan derajat orang-orang yang bertakwa. Allah SWT menjadikan pula takwa sebagai
tujuan utama dari pengalaman ibadah puasa tersebut.
Ibnu Mas’ud ra. merumuskan sebuah
kaidah dalam memahami ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, Hai
orang-orang yang beriman, “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Al-Qur’an
yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, maka perhatikanlah
dengan saksama, karena setelah seruan itu tidak lain adalah sebuah kebaikan
yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.”
Al-Ghazali pun telah menguraikan
hikmah puasa ini dalam kitab monumentalnya, Ihya 'Ulum Ad-Din. Ia berkata:
“Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan
meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu,
sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Manusia adalah makhluk yang
memiliki kedudukan (derajat) di atas binatang karena dengan cahaya akal
pikirannya ia mampu mengalahkan hawa nafsunya, dan di bawah derajat malaikat
karena manusia diliputi hawa nafsu. Manusia diuji dengan melakukan mujahadah
terhadap hawa nafsunya. Jika ia terbuai oleh hawa nafsunya, ia jatuh ke dalam
derajat yang paling rendah, masuk dalam perilaku binatang. Dan Jika ia dapat
menundukkan (mengekang) hawa nafsunya, ia naik ke derajat yang paling tinggi
dan masuk dalam tingkatan malaikat.”
Ibnu Al-Qayim menambahkan hikmah puasa
ini dengan menjelaskan secara terperinci: “Tujuan puasa adalah mengekang diri
dari hawa nafsu dan menundukkannya, mendapatkan kesenangan dan kenikmatan
hakiki serta kehidupan yang suci dan abadi, turut merasakan lapar dan dahaga
yang teramat sangat agar peka terhadap rasa lapar kaum fakir miskin,
mempersempit jalan setan dengan mempersempit jalur makan dan minum, mengontrol
kekuatan tubuh yang begitu liar karena pengaruh tabiat sehingga membahayakan
kehidupan dunia dan akhirat, menenangkan masing-masing organ dan setiap
kekuatan dari keliarannya, dan menali-kendalinya. Sebab puasa merupakan tali
kendali dan perisai bagi orang-orang yang bertakwa serta training
(penggemblengan) diri bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah
SWT.”
Selanjutnya, Ibnu Al-Qayim menambahkan
penjelasannya tentang rahasia dan tujuan puasa dengan gaya bahasanya yang khas:
“Puasa memiliki pengaruh dan potensi kekuatan yang luar biasa dalam memelihara
anggota badan dari memakan barang yang merusak kesehatan. Puasa memelihara
kesehatan jiwa dan raga, dan mengembalikan kepadanya apa yang telah dirampas
oleh kekuatan hawa nafsunya. Puasa adalah media yang paling baik untuk membantu
mencapai derajat takwa.”
Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam
tafsir Al-Maraghi mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan
manusia meraih gelar muttaqin.
Pertama,
puasa membiasakan seseorang takut kepada Allah SWT, karena
orang yang sedang berpuasa tidak ada yang mengontrol dan melihat kecuali Allah
SWT.
Kedua,
puasa mampu menghancurkan tajamnya syahwat dan
mengendalikan nafsu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Wahai para pemuda,
barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu
bisa menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu,
hendaklah berpuasa, karena puasa sesungguhnya dapat mengendalikan syahwat.
Ketiga,
puasa membiasakan seseorang berkasih sayang. Membiasakan
untuk selalu berkurban dan bersedekah. Di saat ia melihat orang lain
serbakekurangan, tersentuhlah hatinya untuk berbagi kepadanya.
Keempat,
puasa membiasakan keteraturan hidup, yaitu orang yang
berpuasa akan berbuka pada waktu yang sama, dan tidak ada yang lebih dulu
karena kehormatan, harta, atau jabatan, misalnya.
Kelima,
adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara
penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan dalam melaksanakan kewajiban agama.
Keenam,
puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap
dalam tubuh, terutama pada orang yang mempunyai kebiasaan makan dan sedikit
kegiatan.
Ketujuh,
puasa dapat membersihkan jiwa, karena puasa hakikatnya
memutus dominasi syahwat. Syahwat bisa kuat dengan makan dan minum, dan setan
selalu datang melalui pintu-pintu syahwat. Dengan berpuasa, syahwat dapat
dipersempit geraknya.
Kedelapan,
puasa membentuk manusia baru, Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah SWT, maka ia keluar
dari bulan Ramadhan sebagaimana bayi yang baru lahir.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini akan
mengantarkan menjadi hamba-hamba-Nya yang muttaqin. Amin. (baihaqi)







0 komentar:
Posting Komentar