Sabtu, 20 Juli 2013

Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan


surgaku

Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dan penuh berkah untuk kaum muslimin. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Berikut ini beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan yang mulia ini:
1.        Rasulullah menerima wahyu pertama. Ketika Rasululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Mekkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qamariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan Surah Al-‘Alaq yang merupakan surah pertama yang diturunkan kepada Rasulullah.
2.        Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan.  Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (QS. Al Baqarah [2]: 185). Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah SWT menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya.
3.        Kitab-kitab suci diturunkan pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda,”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadhan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadhan.” (HR. Ahmad)
4.        Perang Badar. Perang ini merupakan pertempuran pertama yang dilakukan kaum muslimin setelah mereka berhijrah ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak muslimin yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah. Perang ini terjadi pada hari Jumat, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah SWT berfirman: “Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (QS. Ali ’Imran [3]: 123). Ibnu Abbas mengatakan bahwa saat itu hari Jumat, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun dan Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar kaum muslimin.
5.        Fathu Makkah/ Mekah dikuasai pada bulan Ramadhan. Fathu Makkah merupakan peristiwa besar. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (QS. Al Fath [48]: 1). Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud kemenangan di sini adalah peristiwa Fathu Makkah, walau ada sebagian ulama yang menafsirkannya sebagai perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan negeri Rum. Peristiwa itu terjadi pada hari, tanggal 20 atau 21 Ramadhan, tahun kedelapan hijriyah.
6.        Islam menyebar di Yaman pada bulan Ramadhan. Tahun kesepuluh hijriyah pada bulan Ramadhan Rasulullah SAW menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi pemimpin sejumlah pasukan untuk pergi ke penduduk Yaman dengan membawa surat yang berisi ajakan untuk memeluk Islam.
7.        Sebagian peristiwa pada Perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan. Ibnu Hisyam dalam Sirahnya menyebutkan bahwa persiapan Perang Tabuk dilakukan sejak bulan Rajab, tahun ke 9 hijriyah untuk mengadapi Rum. Saat itu adalah masa-masa sulit bagi kaum muslimin di Madinah, karena mereka sedang dilanda masa paceklik, serta cuaca panas yang sangat menyengat, sehingga ada beberapa orang yang merasa berat hati untuk ikut serta dalam peperangan, seperti Ka’ab bin Malik. Walaupun banyak hambatan, pada akhirnya kaum Muslimin pun berangkat ke Tabuk dengan jumlah yang cukup besar, yaitu sekitar 30.000 tentara. Namun setelah pasukan kaum Muslimin sampai di Syam yang saat itu berada dalam kekuasaan Rum, pasukan musuh berlindung di dalam benteng-benteng mereka dan enggan keluar. Sehingga Syam bisa dikuasai dengan mudah oleh pasukan Islam dan kewajiban membayar jizyah diberlakukan kepada penduduk Syam yang saat itu beragama Nasrani.
8.        Penghancuran berhala Uzza di bulan Ramadhan. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah bahwa pada 5 hari terakhir di bulan Ramadhan tahun kelima hijriyah Rasulullah mengutus sejumlah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid guna menghancurkan rumah peribadatan yang digunakan untuk menyembah Uzza. Dan Rasulullah bersabda: “Uzza itu tidak akan diibadahi selamanya!”
9.        Penghancuran berhala Latta di bulan Ramadhan. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah, bahwa pada tahun kesembilan hijriyah di bulan Ramadhan datanglah utusan kabilah Tsaqif dari Thaif kepada Rasulullah untuk menyatakan keislaman. Karena kabilah Tsaqif sudah memeluk Islam maka Rasulullah dan para sahabat berinisiatif untuk menghancurkan berhala Latta yang biasa mereka sembah, akan tetapi mereka minta izin untuk menghancurkan berhala mereka sendiri, akhirnya Rasulullah pun mengizinkan. Tak lama kemudian, kabilah Tsaqif menghancurkan berhala mereka sendiri.
10.     Penghancuran berhala Manat pada bulan Ramadhan.
11.     Andalus ditaklukkan pada bulan Ramadhan. Pada 27 Ramadhan tahun 92 H, pasukan Islam yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad berhasil memasuki Andalus dari arah pesisir, ini adalah hal yang diluar dugaan, sehingga Roderick, penguasa Visigoth Spanyol segera mempersiapkan pasukannya yang berjumlah 25.000. Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:”Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian!…”. Lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan Muslimin melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.
12.     Pasukan Islam di Andalus mengalahkan Faranjah di bulan Ramadhan. Di pagi hari Jum’at 20 Ramadhan 479 H terjadi peristiwa Zalaqah (yaitu dataran dekat wilayah Portugis). Di mana pasukan Islam yang melakukan penjagaan di wilayah Andalus yang  dipimpinan Yusuf bin Tasyifin berhasil mengalahkan pasukan Faranjah (Franks) yang berjumlah 80.000 tentara yang dipimpin oleh Alfons VI yang juga tewas dalam pertempuran itu.
13.     Pasukan Monggol dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan. Hari Jumat 15 Ramadhan 658 H pasukan Muslim yang dipimpin Saifuddin Qutuz, penguasa dinasti Mamalik di Mesir, berhasil menghancurkan 20.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa. Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu, sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglima perangnya Qitbuqa berhasil dieksekusi. Peperangan ini terjadi di ‘Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang terletak antara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal dengan peristiwa ‘Ain Jalut.
14.     Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib. Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadhan 40 H. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti.
15.     Penghancuran dan penguasaan kota Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju kota Al-Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (Nasrani) yang akan merebut kota Al-Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin Al-Ayyubi berkata, " Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di Asqalan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan Asqalan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin." Sekarang kota Asqalan dikenal dengan nama kota Asduud di Negara Palestina.
16.     Pada bulan Ramadhan Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan kota Qostantiniyah dalam rangka menaklukan dan memasukannya dalam naungan Islam. Setelah sekian waktu peperangan berkecamuk dengan sangat dahsyatnya dan beliau tidak mampu menaklukannya akhirnya beliau kembali kepusat pemerintahannya tanpa membawa hasil yang dicita-citakan.
17.     Atas perintah Khalifah Fatimi panglima Jauhar Ash-Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Masjid Al-Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi sebuah universitas dengan dilakukan pembentukan staf pengajar yang pembahasan utamanya adalah permasalahan hukum-hukum keislaman. Sepanjang masa Al-Azhar selalu menyambut gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar di sana. Segala fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup, bahkan halaqah (kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu dapat memilih halaqah yang dikehendakinya.
18.     Pengepungan 60 ribu pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani. 23 Ramadhan 1270 H Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota  Selestriya yang terletak di wilayah Qorum, pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15 ribu  tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit mampu mengalahkan kekuatan yang besar.
19.     Anthokiah jatuh ke tanggan kaum muslimin di bulan Ramadhan. Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimund pada tahun 491 H. Kota ini merupakan kota termegah dengan dikelilingi benteng yang sangat kuat dan dijaga oleh  ribuan pasukan secara bergiliran siang dan malam. Walaupun kondisinya demikian kaum muslimin berhasil menaklukan daerah ini dengan izin Allah SWT dibawah panglima perang Dhohir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dan tertawan dari pihak musuh. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar setelah kemenangan Hitthin. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Ramadhan 666 H.
20.     Mesir menghancurkan kekuatan Israel di Suez pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 10 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Oktober 1973 tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah Maha Besar). Rakyat Mesir mengenang peperangan ini dengan peristiwa Abour. Setelah peristiwa ini Israel mulai menyadari kekuatan Mesir dan dataran Sinai kembali ke pangkuan Mesir.
21.     Pada bulan ini Khalid bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 H.Umar bin Khatab memimpin shalat jenazah. Khalid bin Walid dimakamkan di Hims dan ada pula yang mengatakan di Madinah.
22.     Pada bulan ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya di kawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.
23.     Kitab Ihya’ Ulumuddin diselesaikan oleh Imam Al-Ghazali pada bulan Ramadhan.
24.     Proklamasi kemardekaan Indonesia dikumandangkan pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan yang telah mendera bangsa yang mayoritas muslim ini, peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.
Mudah-mudahan bulan yang bersejarah dengan berbagai macam peristiwa yang mengubah peradaban manusia ini akan menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang muttaqin. Amin. Wallahu a’lam. (baihaqi)


Madrasah Ramadhan
Bila dijalankan dengan baik, maka Ramadhan dapat mencetak seorang mukmin sejati. Sepanjang siang hari di bulan Ramadhan, masing-masing kita menerima pelajaran pertama puasa untuk menepis segala bentuk keburukan dan dosa.
Bulan Ramadhan dapat dikategorikan sebagai bulan pelatihan untuk berlaku benar dan beribadah dengan tulus, karena orang yang berpuasa tidak memiliki pengawas lain, selain dirinya sendiri dan Tuhannya. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2} : 183)
Syaikh Muhammad Abduh menegaskan, “Puasa mempersiapkan jiwa orang-orang yang berpuasa untuk bertakwa kepada Allah SWT. Hal itu tampak terlihat dari pelbagai aspek: pribadinya yang paling mulia, petunjuknya yang paling otentik, pengaruhnya paling menonjol, dan yang paling tinggi kedudukannya. Puasa itu diserahkan sepenuhnya kepada orang yang menjalankannya. Selama berpuasa ini yang mengawasi dirinya hanyalah Allah SWT. Puasa adalah rahasia yang terjaga antara seorang hamba dengan Tuhannya. Tidak ada seorang pun yang mengawasinya, selain Allah SWT. Jika seseorang telah meninggalkan hawa nafsu dan kelezatan hidupnya yang selalu ia hadapi sepanjang waktu hanya untuk mengimplentasikan perintah Allah dan tunduk pada petunjuk agamanya selama satu bulan penuh dalam kurun waktu setahun dengan memperhatikan bahwa seandainya tidak ada pengawasan Allah kepada dirinya agar tetap bersabar, maka pastilah dari perhatian yang selalu mengiringi setiap aktivitas yang berulang-ulang ini, dalam diri orang yang berpuasa terbentuk singgasana pengawasan Allah SWT dan rasa malu kepada-Nya."
Puasa adalah instruktur penata keinginan yang paling hebat dan tali kekang paling kuat untuk mengendalikan hawa nafsu. Dengan pelajaran ini, orang yang berpuasa bisa merdeka (dari hawa nafsu) dan bisa bebas melakukan apapun yang diyakininya sebagai kebaikan, tidak lagi menjadi budak hawa nafsunya.
Orang yang berpuasa mendekatkan diri kepada Tuhannya dengan jalan meninggalkan makanan, minuman, dan aktivitas seksual yang semua itu sangat diingini oleh hawa nafsunya dan merupakan keinginan hawa nafsu yang paling besar. Beruntunglah orang yang meninggalkan hawa nafsu yang ada di depannya ketika tiada orang yang tahu!
Madrasah Ramadhan adalah sebuah institusi syar’i yang berperan mencetak manusia-manusia mulia, yang hatinya dipenuhi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Jangan sampai Ramadhan yang dijalani dari tahun ke tahun menjadi rutinitas tanpa makna.
Dengan demikian kita perlu menanamkan kerinduan kepada Ramadhan sebagai upaya untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual agar mampu meraih derajat takwa setelah keluar dari Ramadhan.
Semoga kita semua diberikan oleh Allah kemudahan untuk terus membawa semangat Ramadhan dalam kehidupan selama sebelas bulan berikutnya. Amin ya rabbal ’alamin. Allahu a’lam. (baihaqi)


Dahsyatnya Ibadah Ramadhan
Teramat banyak keistimewaan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya pada bulan Ramadhan, karena pada bulan inilah sebuah pedoman hidup yang hakiki Allah turunkan. Rasulullah dan para sahabat begitu berseri-seri wajahnya manakala Ramadhan sudah tampak di depan mata. Begitu sebaliknya, kesedihan tersirat dari wajah mereka ketika Ramadhan setapak demi setapak pergi meninggalkan mereka.
Puasa tidak hanya bermanfaat bagi kehidupan manusia tetapi juga bermanfaat bagi binatang dan tumbuhan. Lihat pada ayam betina yang mengerami telurnya, pada ikan salmon saat memijah, pada beruang dan katak ketika memasuki fase hibernasi (tidur panjang) guna menghindari musim dingin atau kekeringan. Saat itu mereka semua puasa.
Pada rumput yang bergoyang di musim kemarau panjang dan pohon kapuk di masa kering. Mereka berpuasa sampai tiba musim penghujan untuk bersemi kembali.
Soal kemaslahatan puasa bagi kesehatan, juga diakui secara universal. “Puasa adalah pengobatan terbaik yang direkomendasikan oleh dokter!” kata Philippus Paracelsus, tabib dari Swiss yang hidup 500 tahun lalu dan merupakan salah satu dari Bapak Kesehatan Barat bersama Hippocrates dan Galen (Yunani).
Shaum Ramadhan merupakan ibadah yang perhitungannya langsung dengan Allah SWT. Nabi SAW bersabda: “Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim)
Ramadhan merupakan bulan diberikannya kesempatan bagi manusia untuk dihapuskannya segala dosa dan kesalahan. Nabi SAW bersabda: “ Shalat lima waktu , dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa diantara keduanya, selama seseorang menghindari dosa besar.” ( HR Muslim)
Selain mendapatkan berbagai keistimewaan dan kemuliaan, orang yang berpuasa juga mendapat balasan surga yang khusus diberikan kepadanya. Nabi SAW bersabda: ”Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang disebut Arrayan. Masuk dari pintu tersebut orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka.” Dikatakan, “Darimanakah orang-orang yang berpuasa?” Lalu mereka berdiri dan tidak dapat masuk kecuali mereka. Apabila mereka telah masuk, pintu tersebut ditutup.” (HR Al-Bukhari)
Amal ibadah sunnah pada bulan Ramadhan nilainya (pahalanya) sama seperti amalan fardhu pada bulan-bulan yang lain, dan amal ibadah fardhu yang dikerjakan pada bulan Ramadhan nilainya (pahalanya) sama seperti melakukan tujuh puluh amalan fardhu pada bulan-bulan selain Ramadhan.
Kemuliaan dan keistimewaan yang lain pada bulan Ramadhan adalah Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr [97] : 1-5)
Betapa berlipatnya kedahsyatan ibadah pada bulan Ramadhan. Mudah-mudahan kita dapat menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan yang terbaik dalam kehidupan kita. (baihaqi)


Hikmah Puasa
Hikmah puasa terangkum dalam firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Dalam ayat ini, Allah SWT tidak berfirman dengan menggunakan redaksi: “Agar kamu sekalian menderita”, atau “sehat”, atau “bersahaja (hemat)”. Akan tetapi Allah SWT berfirman dengan menggunakan redaksi, agar kamu sekalian bertakwa. Dengan demikian, ayat tersebut dapat kita pahami bahwa Allah SWT menjadikan puasa sebagai ujian ruhani (spiritual) dan moral, dan sebagai media (sarana) untuk mencapai sifat dan derajat orang-orang yang bertakwa. Allah SWT menjadikan pula takwa sebagai tujuan utama dari pengalaman ibadah puasa tersebut.
Ibnu Mas’ud ra. merumuskan sebuah kaidah dalam memahami ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, Hai orang-orang yang beriman, “Jika kalian mendengar atau membaca ayat Al-Qur’an yang diawali dengan seruan, hai orang-orang yang beriman, maka perhatikanlah dengan saksama, karena setelah seruan itu tidak lain adalah sebuah kebaikan yang Allah perintahkan, atau sebuah keburukan yang Allah larang.” 
Al-Ghazali pun telah menguraikan hikmah puasa ini dalam kitab monumentalnya, Ihya 'Ulum Ad-Din. Ia berkata: “Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu, sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Manusia adalah makhluk yang memiliki kedudukan (derajat) di atas binatang karena dengan cahaya akal pikirannya ia mampu mengalahkan hawa nafsunya, dan di bawah derajat malaikat karena manusia diliputi hawa nafsu. Manusia diuji dengan melakukan mujahadah terhadap hawa nafsunya. Jika ia terbuai oleh hawa nafsunya, ia jatuh ke dalam derajat yang paling rendah, masuk dalam perilaku binatang. Dan Jika ia dapat menundukkan (mengekang) hawa nafsunya, ia naik ke derajat yang paling tinggi dan masuk dalam tingkatan malaikat.”
Ibnu Al-Qayim menambahkan hikmah puasa ini dengan menjelaskan secara terperinci: “Tujuan puasa adalah mengekang diri dari hawa nafsu dan menundukkannya, mendapatkan kesenangan dan kenikmatan hakiki serta kehidupan yang suci dan abadi, turut merasakan lapar dan dahaga yang teramat sangat agar peka terhadap rasa lapar kaum fakir miskin, mempersempit jalan setan dengan mempersempit jalur makan dan minum, mengontrol kekuatan tubuh yang begitu liar karena pengaruh tabiat sehingga membahayakan kehidupan dunia dan akhirat, menenangkan masing-masing organ dan setiap kekuatan dari keliarannya, dan menali-kendalinya. Sebab puasa merupakan tali kendali dan perisai bagi orang-orang yang bertakwa serta training (penggemblengan) diri bagi orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.”
Selanjutnya, Ibnu Al-Qayim menambahkan penjelasannya tentang rahasia dan tujuan puasa dengan gaya bahasanya yang khas: “Puasa memiliki pengaruh dan potensi kekuatan yang luar biasa dalam memelihara anggota badan dari memakan barang yang merusak kesehatan. Puasa memelihara kesehatan jiwa dan raga, dan mengembalikan kepadanya apa yang telah dirampas oleh kekuatan hawa nafsunya. Puasa adalah media yang paling baik untuk membantu mencapai derajat takwa.”
Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsir Al-Maraghi mengatakan, ada beberapa sisi puasa yang dapat mengantarkan manusia meraih gelar muttaqin. 
Pertama, puasa membiasakan seseorang takut kepada Allah SWT, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang mengontrol dan melihat kecuali Allah SWT.
Kedua, puasa mampu menghancurkan tajamnya syahwat dan mengendalikan nafsu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu bisa menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah berpuasa, karena puasa sesungguhnya dapat mengendalikan syahwat.
Ketiga, puasa membiasakan seseorang berkasih sayang. Membiasakan untuk selalu berkurban dan bersedekah. Di saat ia melihat orang lain serbakekurangan, tersentuhlah hatinya untuk berbagi kepadanya.
Keempat, puasa membiasakan keteraturan hidup, yaitu orang yang berpuasa akan berbuka pada waktu yang sama, dan tidak ada yang lebih dulu karena kehormatan, harta, atau jabatan, misalnya.
Kelima, adanya persamaan antara yang miskin dan kaya, antara penguasa dan biasa, tidak ada perbedaan dalam melaksanakan kewajiban agama.
Keenam, puasa dapat menghancurkan sisa-sisa makanan yang mengendap dalam tubuh, terutama pada orang yang mempunyai kebiasaan makan dan sedikit kegiatan.
Ketujuh, puasa dapat membersihkan jiwa, karena puasa hakikatnya memutus dominasi syahwat. Syahwat bisa kuat dengan makan dan minum, dan setan selalu datang melalui pintu-pintu syahwat. Dengan berpuasa, syahwat dapat dipersempit geraknya.
Kedelapan, puasa membentuk manusia baru, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari Allah SWT, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana  bayi yang baru lahir.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini akan mengantarkan menjadi hamba-hamba-Nya yang muttaqin. Amin. (baihaqi)

0 komentar:

Posting Komentar